BASKET NBA : Metta Susul Howard Gabung Knicks

0

Metta-370x254

LAS VEGAS—Bursa transfer pemain di ajang NBA terus bergulir. Setelah Dwight Howard, Los Angeles Lakers melepas Metta World Peace yang akan bergabung New York Knicks mulai musim depan.

Seperti dilaporkan Fox, pemilik nama asli Ron Artest ini menyepakati kontrak berdurasi dua tahun bersama Knicks dengan nilai mencapai 3,2 juta US$ atau sekitar Rp32 miliar.

Dengan kepindahan ini, World Peace menyusul Howard yang lebih dulu meninggalkan Staples Center. Howard menyeberang ke Houston Rockets setelah semusim memperkuat Lakers.

“Aku tidak peduli apakah aku akan jadi starter atau cuma menyapu lantai. Anda mendengarku? Aku cuma ingin menang,” ucap World Peace dalam konferensi pers sebagaimana diwartakan ESPN, Selasa (16/7/2013).

World Peace siap bekerja sama dengan bintang Knicks, Carmelo Anthony, untuk merebut gelar juara NBA. “Ini tentang kami melakukannya bersama-sama. Dan mereka (Knicks) punya itu,” ujar small forward berusia 33 tahun itu.

Sejak memulai karier bersama Chicago Bulls pada 1999, World Peace sudah tampil di 902 pertandingan dengan 832 kali menjadi starter. Dia sekali menjadi juara NBA bersama Lakers (2010) dan mempunyai rata-rata 14,1 poin, 4,7 rebound dan 2,9 assist dan 1,8 steal secara keseluruhan kariernya di Bulls, Indiana Pacers, Sacramento Kings, Rockets dan Lakers.

Advertisements

BASKET NBA : Ini Alasan Howard Keluar dari LA Lakers

0

Howard1-370x261

HOUSTON—Pemain baru Houston Rockets, Dwight Howard, mulai membeberkan alasannya hengkang dari LA Lakers.

Howard mengaku frustrasi selama berkarier di LA Lakers. Bahkan secara jelas dia menyatakan berada satu tim dengan Kobe Bryant bukan hal yang menyenangkan.

Howard tidak bisa padu dengan rekan-rekan setimnya dan juga pelatih Mike D’Antoni. Walhasil, Howard pun kerap mendapat kritik pedas. Setelah satu tahun merasakan pahitnya berkarier di LA Lakers, pemain berusia 27 tahun itu memilih memutuskan hengkang ke Houston Rocketrs.

“Apakah sulit bermain dengan Kobe? Ya, dulu sangat sulit,” ungkap mantan pemain Orlando Magic seperti dikutip dari Fox Sports, Rabu (17/7/2013)

“Aku dan Kobe, kami beberapa kali berdebat. Semua orang tahu Kobe ingin mencetak angka dan ada beberapa waktu kami berebut mendapatkan bola. Dan itu terjadi dalam sebuah tim,” ujarnya.

“Tapi bermain dengan Kobe tidak mempengaruhi keputusanku bergabung dengan Houston. Aku cuma merasa Houston menawarkan situasi yang lebih baik untukku dan karierku,” kata Howard.

Rumor keretakan hubungan antara Howard dan Bryant semakin kentara. Kobe diketahui kini tidak lagi memfollow mantan rekannya itu di Twitter.

Heat Taklukan, Heat Samakan Kedudukan Atas Spurs

0

miami heat win

MIAMI,  – Miami Heat sukses menyamakan kedudukan setelah mereka meraih kemenangan atas San Antonio Spurs dalam gim kedua Final NBA. Dalam partai yang dihelat di American Airlines Arena, Miami, Senin (10/6), Heat sukses membalas kekalahan di pertemuan pertama, dengan kemenangan telak 103-84.

Dalam laga ini, kedua tim sebenarnya memperlihatkan permainan berimbang sejak kuarter pertama dimulai. Alhasil, skor imbang 22-22 menutup kuarter tersebut. Namun, Heat sukses meningkatkan permainannya dan mulai unggul di kuarter kedua dan menutup kuarter ini dengan keunggulan 50-45.

Di kuarter ketiga tuan rumah kembali mencetak lima angka lebih banyak daripada Spurs dengan keunggulan 75-70. Namun, Heat mulai menggila di kuarter keempat dengan 16 poin dalam enam menit, Spurs hanya dibiarkan mendulang empat angka.

Sejak itulah kemenangan mulai dipegang tim asuhan Erik Spoelstra itu. Spurs melaju kencang di empat menit terakhir dan total menghasilkan 19 poin, namun mereka sudah terlanjur tertinggal jauh dari Heat dan tetap kalah dengan selisih 19 angka.

Tiga penampil terbaik Heat adalah LeBron James (17 poin, 8 rebound, 7 assist), Chris Bosh (12 poin, 10 rebound), dan Mario Chalmers (19 poin). Di kubu Spurs, hanya Danny Green (17), Tony Parker (13) dan Gary Neal (10) yang mengukir poin dua digit, meskipun Kawhi Leonard (14) dan Tim Duncan (11) tampil baik di bawah ring dengan rebound-nya.

Kemenangan ini membuat kedudukan berimbang 1-1, setelah Spurs memenangi game pertama tiga hari lalu dengan 92-88. Spurs akan bermain di kandang di game ketiga dan keempat.

MIAMI HEAT SUKSES MENANG MELAWAN SPURS

0

miami heat win

MIAMI,  – Miami Heat sukses memaksakan gim ketujuh dalam final NBA usai meraih kemenangan 103-100 via babak overtime, atas San Antonio Spurs di gim keenam di American Airlines Arena, Rabu (19/6) pagi. Penentu kemenangan Heat adalah Ray Allen yang melepas tembakan tiga angka di babak overtime.

Dalam laga ini, penampilan LeBron James juga turut mendongkrak penampilan Heat. Spurs sebenarnya mampu mendominasi jalannya laga sejak kuarter pertama. Namun Heat mampu mengimbangi perlawanan Spurs dan berhasil memenangi kuarter ini dengan skor tipis 27-25.

Di kuarter kedua, Spurs bermain lebih menggila lagi dengan sukses mencetak 25 poin dan hanya membiarkan Spurs mencetak 17 poin saja. Paruh pertama pertandingan ditutup dengan keunggulan Spurs dengan 50-44. Di kuarter ketiga, Spurs masih memegang kendali permainan dan kembali mendominasi atas Heat.

Mereka kembali mencetak 25 poin dan membiarkan tuan rumah mencetak 21 poin sehingga unggul 75-65 di akhir kuarter ketiga. Tak mau malu di depan publiknya sendiri, Heat tampil menggila di kuarter akhir dengan mencetak 30 poin berbanding 20 poin milik Spurs. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak overtime lantaran skor masih sama kuat 95-95.

Di babak overtime, Heat sukses mencetak delapan poin di mana salah satunya ditentukan melalui tembakan tiga angka Ray Allen. Sementara Spurs hanya sukses mencetak lima poin.

Tampil sebagai top performer dari kubu Heat adalah LeBron James 32 poin, 11 assist dan 10 rebound, disusul Mario Chalmers  dengan mencetak 20 poin, serta Chris Bosh 10 poin dan 11 rebound. Di kubu lawan, Tony Parker mencetak 19 poin serta delapan assist dan Kawhi Leonard mencetak 22 poin dan 11 rebound bagi San Antonio.

Hanya ada lima pertandingan di gim ketujuh final sejak tahun 1978, dengan tim tuan rumah memenangkan semua kontes. Tim jalan terakhir untuk memenangkan Game 7 untuk judul adalah Washington Bullets atas Seattle SuperSonics pada tahun 1978.

Miami Heat Kembali Samakan Kedudukan

Miami Heat Pertahankan Gelar NBA

0

miami heat

MIAMI, – Miami Heat akhirnya sukses mempertahankan gelar juara NBA usai memenangi gim ketujuh final melawan San Antonio Spurs dengan skor 95-88. Kegemilangan LeBron James ditambah pertahanan yang solid menjadi kunci kemenangan pasukan Eric Spoelstra dalam laga yang dihelat di American Airlines, Jumat (21/6) itu.

Bermain di depan pendukungnya sendiri, yang semuanya berbaju warna putih, Heat sempat keteteran menghadapi permainan apik Spurs. Walau begitu, Heat tetap mampu unggul 18-16 di akhir kuarter pertama. Namun, Spurs berhasil bangkit di kuarter kedua, di mana mereka mampu menekan Heat dan memaksakan skor imbang 28-28 di akhir kuarter.

Namun Heat masih unggul dengan skor 46-44. Di awal kuarter ketiga tim tuan rumah mengawali dengan baik, termasuk melalui lemparan bebas James. Namun, dua jump shot dari Kawhi Leonard, yang meraup 10 rebound di babak pertama, membuat Spurs tetap menjaga kecepatannya. Total mereka sukses mencetak 27 poin berbanding 26 poin milik Heat sekaligus menipiskan ketertinggalan menjadi 61-62.

Miami menjaga jaraknya di kuarter keempat antara lain melalui tiga poin dari Shane Battiers dan tembakan Dwayne Wade di sisa 7 menit pertandingan, dalam kedudukan 79-75. Spurs terus memberi perlawanan dan merapatkan jarak menjadi 88-90 di sisa 1:39 melalui Kawhi Leonard. Duncan memiliki kesempatan menyamakan kedudukan, tapi tembakannya gagal masuk.

Heat mulai dalam posisi aman setelah James kembali membuat poin, dan membuat timnya unggul 92-88 di sisa 27 detik. Ia memastikan kemenangan tuan rumah melalui lemparan bebas, dan penonton pun merayakan kemenangan mereka di kandangnya sendiri itu.

Selain James, pemain Heat dengan kontribusi besar lain adalah Dwayne Wade yang menorehkan 23 poin plus 10 rebound. Battier dan Chalmpers menambahkan masing-masing 18 dan 14 angka. Ini adalah kali ketiga pasukan Miami menjadi yang terbaik di NBA setelah 2006 dan 2012. Dengan demikian, mereka sukses memenangi gelar dua musim berturut-turut. Mereka hanya kalah satu kali di finalnya yang lain, yaitu 2011, ketika dikalahkan Dallas Mavericks.

Di kubu Spurs, Duncan menjadi yang paling produktif lewat 24 poin dan 12 rebound. Leonard juga tampil sangat baik dengan torehan 19 angka plus 16 rebound. Manu Ginobili menambahkan 18 poin, sedangkan Tony Parker hanya membuat 10 angka.

Ini menjadi kekalahan pertama mereka dalam lima final yang telah mereka lakoni. Sebelumnya Tim Duncan dkk. selalu menang di final 1999, 2003, 2005, dan 2007. Selain itu, mereka gagal membuat rekor sebagai tim pertama sejak Washington Wizards di tahun 1978, yang bisa mengalahkan tim tuan rumah di game ketujuh sebuah final NBA.

Menang, Miami Heat Paksakan Gim Ketujuh

BULLS NBA

0

ImageJAKARTA, suaramerdeka.com – Perhelatan perang bintang Liga Basket Nasional (NBL) bakal diramaikan dua mantan legenda NBA, Horace Grant dan Rafer Alston. Pada event yang digelar di Surabaya, 29 Juni nanti, Grant akan memperkuat tim Merah bersama sejumlah bintang Indonesia seperti Wendha Wijaya (Garuda Kukar Bandung), Dimas Aryo Dewanto (Pelita Jaya) dan Rachmad Febri Utomo (CLS Knight Surabaya).

Sementara, Rafer Alston akan menjadi tumpuan tim Biru bersama Faisal Julius Achmad (Satria Muda), Fandi Andika Ramadhani (Dell Aspac) dan Eko Wiratama Nasution (Satya Wacana Salatiga). Semasa masih aktif di NBA, Grant pernah satu tim dengan legenda basket Amerika Serikat, Michael Jordan, di Chicago Bulls.

Dia juga pernah membela Chicagho Bulls, Orlando Magic, Seattle Super Sonic dan LA Lakers. Sementara, Rafer Alston adalah pemain street ball yang pernah bergabung Miami Heat. Dia dikenal memiliki trik gerak cepat mengelabui lawan. Kini, dua mantan pebasket internasional tersebut sudah berada di Jakarta.

Grant mengaku akan memanfaatkan kesempatan ini untuk menghibur pecinta basket di Tanah Air. “Saya diberi tahu bahwa keinginan masyarakat di sini mengenai basket sangat tinggi sekali. Nanti saat pertandingan, saya akan tunjukkan etos kerja. Saya akan berlari-lari di lapangan dan menikmati permainan,” katanya.

Sementara, Rafer Alston menyatakan tak hanya bermain dan menghibur penonton saja. Dia akan melihat kemampuan para pemain Indonesia di lapangan. “Jika memang ada yang menginginkan saya memberi trik, mungkin saya akan membantu supaya karya mereka lebih baik lagi,” ujar Alston.

Bagi pebasket Indonesia, peluang bermain bersama legenda dunia menjadi ajang pembelajaran guna meningkatkan kualitas. Wendha Wijaya, salah satu pemain asal klub Garuda Kukar Bandung akan mengambil ilmu dari yang diperlihatkan Grant dan Alston.

“Yang pasti kalau soal skill, jelas saya kalah dengan mereka. Karena itu saya akan belajar dari cara mereka bermain dan meminta sesuatu pembelajaran,” kata Wendha, diiyakan Dimas Aryo Dewanto asal klub Pelita Jaya.